Bek Masa Depan Indonesia Yanto Basna

Yanto Basna, Bek Masa Depan Indonesia

Namanya Yanto Basna. Pergelaran turnamen Piala Jenderal Sudirman kali ini memberikan banyak hal baru. Selain dikelola oleh Pemerintah dan pihak luar dari pssi, peraturan yang tampak sangat ketat, unik dan disiplin, hadirnya tim baru bernama PS TNI, hingga lahirnya bibit-bibit baru dalam dunia sepakbola Indonesia adalah secuplikan kecil dari sekian banyak hal baru tersebut. Ya, salah satu yang mencuri perhatian sportsbookQQ188.net agen bola sbobet dan bandar judi bola terpercaya Indonesia adalah Yanto Basna. Siapa dia?

Datang Dari Sorong

Yanto Basna adalah pemain belakang Mitra Kukar. Usianya masih sangat muda, yakni 20 tahun. Yanto Basna adalah pemain binaan Indra Syafri di Timnas U-19 beberapa waktu yang lalu.

Nama panjangnya sebenarnya adalah Rudholf Yanto Basna. Dia lahir di Kota Sorong Papua. Pemain bertubuh tinggi ini dari kecil memiliki keinginan yang sangat kuat untuk menjadi pemain sepakbola. Berkenaan dengan keinginan tersebut, tidak terlepas dari kisah masa kecil seorang Basna yang identik dengan kata ‘tembok Berlin’. Seperti apa ceritanya?

Dahulu , pada waktu masih kecil, Basna sering bermain bola di tepi ‘Pantai Dofior.’ Ini adalah pantai yang sangat elok. Pantai ini terletak di Kota Sorong. Air lautnya bewarna biru, pasirnya masih putih, dan pemandangan sekitarnya sangat asri dan indah. Di tepi pantai ia pernah bertemu agensportsbookqq101.com agen sportsbook online dan taruhan olahraga terpercaya indonesia dan terdapat semacam tembok pembatas pantai dengan jalan raya. Penduduk Sorong menyebutnya dengan istilah ‘tembok Berlin’. Entah bagaimana istilah itu muncul tidak ada yang tahu. Barangkali dulu, grup Music Scorpion sempat bermain ke pantai itu lalu menjuluki tembok tersebut dengan istilah ‘Berlin,’ sesuai dengan pesan lirik lagunya dalam ‘Wind Of Change’. Entahlah, tapi memang seperti itulah nama tembok itu.

Tembok Berlin ini tingginya 1,5 meter. Tembok Berlin membentang sepanjang 1 kilometer. Fungsi tembok ini sebetulnya ada dua, yakni pembatas air laut pada saat pasang dan tempat menyaksikan matahari ketika akan tenggelam. Dua fungsi yang sungguh bermanfaat sekali.

Sesering bermain di Pantai Dofior, sesering itu pula Basna mengalihkan matanya ke tembok Berlin.  Dalam pengakuannya, sering sekali ia bergumam di dalam hati  bahwa ia ingin seperti tembok Berlin tersebut: kuat, tegar dan lapang! Dan tampaknya Tuhan memeluk semua kata-katanya itu. Hari ini, Basna betul-betul menjadi tembok Berlin bagi Mitra Kukar!

Tangguh Di Belakang

Bermain di posisi centre back, Basna tampil kompak dan tangguh bersama Arthur Cunha Da Rocha. Dengan postur tubuh tinggi dan kekar menjadikan duetnya bersama Arthur terlihat sangat klop. Dipilihnya Basna sebagai pemain inti di lini belakang oleh Jafri Sastra tidak terlepas dari faktor kepindahan duo bek Mitra Kukar sebelumnya, yakni Syaifulloh Maulana dan OK Jhon. Syaifulloh Maulana mudik ke kandang awalnya di Stadion Agus Salim.  Sebelumnya dia adalah andalan Semen Padang di lini belakang. OK Jhon lebih memilih bergabung dengan Persija pada awal musim ini.

Basna sangat ahli dalam memotong bola. Kepiawaiannya dalam memutus umpan silang dan terobosan lawan menjadikan Labbola, sebuah perusahaan statistik olahraga menggadang-gadang Basna sebagai salah satu bek terbaik di sepanjang babak penyisihan turnamen Piala Jenderal Sudirman kali ini. Tentu pengakuan ini tidak terlalu berlebihan bila melihat catatan statistik seorang Basna. Dari 3 pertandingan di babak penyisihan, Basna bermain full selama 270 menit. Eit, bukan itu saja, jumlah kebobolan yang diterima Mitra Kukar di sepanjang laga tersebut hanya 2 gol saja. Itu terjadi ketika melawan Persipura (kalah 0-1) dan PSM Makasar (seri 1-1). Pencapaian ini mengindikasikan bahwa lini pertahanan yang digalang Basna terbilang sangat kokoh. Selain itu, Basna juga pernah 2 kali menjadi pemain terbaik di sepanjang babak penyisihan grup PJS kemarin. Juga di sepanjang babak penyisihan tersebut, Basna berhasil melakukan 15 sapuan bersih.

Pada saat diwawancari oleh situs judi online | poker online | casino | togel | bola – qq188.com, pemain Tim Naga Mekes tersebut juga tercatat sebagai salah seorang mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan. Di UMY, Basna mengambil konsentrasi bidang olahraga. Pemain yang mengidolakan Victor Igbonefo ini diprediksi akan menjadi tumpuan lini belakang Timas di masa depan. Catatan lainnya, Basna, yang sudah meninggalkan tanah Papua sejak lulus SMP tersebut juga pernah menjajal kemampuan bersama tim SAD Uruguay beberapa tahun silam. Ya, tampaknya Indonesia harus terus mengikuti perkembangan pemain yang satu ini. Jangan lupa, namanya Yanto Basna!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *